Kenalan dengan “Peer to Peer Lending”, Cara Mudah Mendapatkan Modal Usaha

Tak hanya mencari jodoh yang bisa dilakukan secara online. Kamu juga bisa mendapatkan modal hanya bermodal akses internet, loh. Nah, hal ini sering dikenal dengan istilah peer to peer lending atau P2P Lending umkm.

Serupa dengan platform kencan online yang menjadi wadah para jomblo agar menemukan gebetan potensial, P2P Lending juga bisa menjadi media pencari modal seperti usaha mikro dan pemberi pinjaman untuk bertemu secara online.

Bisa dibilang, P2P Lending ini platform untuk pinjam-meminjam uang. Prosesnya pun jauh lebih mudah daripada meminjam uang melalui bank atau koperasi. Jadi, kita tak perlu keluar rumah dan cukup mengandalkan akses internet untuk mendapatkan pinjaman modal atau melakukan investasi maka tak heran bila platform ini dikenal sebagai salah satu instrument investasi untuk mahasiswa.

Seperti apa, sih, sistem kerja peer to peer lending ini?

Untuk meminjam modal, Kamu hanya perlu mengunggah dokumen yang dibutuhkan ke platform yang tersedia. Data yang diunggah biasanya berupa pemasukan, riwayat keuangan, dan tujuan peminjaman.

Jika data dianggap sesuai, pengajuan pinjaman akan dimasukan ke dalam platform tersebut. Setelah itu, pemberi dana memiliki akses untuk melihat data atau dokumen yang diunggah. Pemberi dana yang tertarik pun bisa langsung memberikan pinjaman.

Ketika dana terkumpul, pinjaman bisa langsung dicairkan dan Kamu hanya perlu mencicilnya bersama suku bunga yang telah ditetapkan. Proses tersebut biasanya relatif singkat karena tidak memerlukan perantara bank.

Jika pengajuan ditolak, Kamu harus membenahi kembali semua hal yang menjadi penyebab ditolaknya pengajuan pinjaman.

Apa bedanya dengan pinjaman online?

Memang banyak orang yang menyamakan P2P Lending dengan pinjaman online (pinjol). Padahal, keduanya sangat berbeda. P2P Lending disediakan oleh fintech yang telah terdaftar di otoritas jasa keuangan (OJK), sedangkan pinjol sudah dipastikan tidak terdaftar di OJK.

Pinjaman online juga harus dibayarkan pada satu waktu dan penerima pinjaman pun tidak melalui proses skoring atau identifikasi yang proper.

Sumber dana fintech pemberi P2P lending berasal dari orang yang melakukan investasi. Dana fintech pemberi  pinjaman online ini biasanya bersumber dari perusahaan itu sendiri. Untuk melakukan investasi di platform ini pun terbilang sangat mudah sehingga sangat cocok sebagai investasi untuk pelajar.

Jumlah dari pinjaman online juga relatif kecil dari P2P Lending karena memang jangka waktu pinjamannya relatif singkat dan diberikan untuk menutupi  dana darurat sebelum waktu gajian.

Adakah risiko P2P Lending?

Meski  prosedur pengajuan pinjaman cukup mudah dan telah terdaftar di OJK, Kamu jangan buru-buru tergiur. Sistem pinjaman modal ini juga ada resikonya. Semakin lama Kamu membayar pinjaman, suku bunga yang dikenakan juga semakin tinggi.

Jadi, pinjaman modal ini hanya cocok untuk jangka waktu pendek.  Jangka waktu pembayaran pun juga relatif lebih singkat daripada bank. Selain itu, tidak ada jaminan pengajuan pinjaman akan terpenuhi. Jika dana pinjaman yang terkumpul tidak terpenuhi, maka pengajuan pinjaman pun ditolak.

Yah, semua hal pasti ada baik dan buruknya. Jadi,Kamu perlu mempertimbangkan sebaik mungkin sebelum mengambil keputusan. Apalagi, jika hal itu menyangkut uang.