Ragam Komponen Pajak Pembelian Rumah yang Harus Diketahui

Sebelum Anda melakukan transaksi untuk rumah idaman yang akhirnya ditemukan untuk dibeli, salah satu hal yang paling penting dilakukan adalah mengetahui komponen dari pajak pembelian rumah. Ya, hal ini cukup krusial karena besaran pajak tentu saja akan berpengaruh pada budget untuk membeli rumah tersebut.

Nah, pada kesempatan ini akan dibahas tentang beberapa komponen yang ada pada pajak untuk pembelian rumah tersebut. Tentu saja, dengan memahami beberapa komponen tersebut nantinya Anda bisa melakukan persiapan yang lebih baik untuk memulai transaksi.

Adapun beberapa komponen pajak untuk pembelian rumah yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Pembuatan AJB

AJB atau Akta Jual Beli adalah salah satu dokumen yang sangat penting untuk transaksi pembelian properti, termasuk rumah. Hal ini dikarenakan dokumen ini merupakan surat resmi yang menyatakan jika pihak penjual bersedia tanpa paksaan melepas properti yang mereka miliki dengan harga yang disepakati.

Secara umum, besaran pajak yang digunakan untuk pembuatan dokumen AJB adalah sekitar 1% dari nilai total transaksi. Umumnya, pajak untuk pembuatan AJB ini ditanggung oleh pembeli. Namun, bisa saja, kedua pihak baik pembeli dan penjual menanggung pajak ini jika ada kesepakatan bersama, terutama untuk transaksi dengan nilai cukup besar.

  • Cek sertifikat

Cek sertifikat adalah hal yang bisa dikatakan cukup sepele namun sangat penting. Sebelum melakukan transaksi, ada baiknya jika Anda melakukan pengecekan terlebih dahulu untuk mengetahui dan memastikan keaslian dari sertifikat tersebut.

Dengan kepastian tentang keaslian sertifikat, maka Anda akan bebas dari sengketa yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Secara umum, biaya yang diperlukan untuk pengecekan tersebut adalah Rp 100.000.

  • Balik nama sertifikat

Komponen lain terkait pajak pembelian rumah adalah balik nama sertifikat. Biaya ini dibebankan ketika Anda membeli rumah dari pemilik secara langsung. Hal berbeda akan didapatkan ketika Anda membeli rumah dari developer di mana urusan sertifikat nantinya akan diurus secara langsung.

Nah, secara umum, besaran pajak untuk biaya balik nama sertifikat adalah sekitar 2% dari total transaksi atau mengikuti peraturan dari daerah setempat. Dalam hal ini, biaya balik nama bisa dibebankan pada kedua belah pihak.

  • BPHTB

BPHTB atau Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan merupakan pajak rumah yang menjadi tanggung jawab dari pembeli. Pajak ini merupakan hal yang wajib sehingga harus dibayarkan oleh pembeli saat transaksi berlangsung.

Besaran pajak untuk BPHTB ini adalah sekitar 5% dari harga transaksi yang kemudian dikurangi dari Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak atau NPOPTKP.

Beberapa hal di atas adalah ragam komponen dari pajak pembelian rumah yang harus Anda ketahui. Selain mengetahui hal di atas, pastikan jika Anda memilih notaris yang tepat agar pengurusan transaksi tersebut bisa dilakukan dengan cepat.